Di dunia ini banyak macam-macam alat musik. Berikut ini
jenis-jenisnya menurut cara memainkannya.
Alat Musik Tiup
Alat musik ini dibunyikan/dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik
jenis ini dapat bersuara dengan resonansi. Pada alt musik ini ada yang di
membuka-menutup lubang atau menekan tuts. Berikut contoh-contohnya.
1.Seruling
Suling adalah alat musik dari
keluarga alat musik tiup kayu atau terbuat dari
bambu. Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik
lainnya dengan baik.
Suling ini banyak dijumpai sebagai alat musik
tradisional Indonesia. Ada 2 jenis, yang kecil, untuk lagu-lagu meriah atau
besar, untuk lagu-lagu sedih. Sekarang yang besar juga sudah digunakan untuk
lagu-lagu meriah.
suling Batak
2.Sarune
Sarune adalah alat musik yang berbentuk seperti klarinet. Sarune ada
di setiap sub suku Batak. Dan suaranya pun berbeda-beda. Di Toba, suaranya agak
tersumbat, sedangkan di Karo lebih melengking.
Seorang Pemusik tengah
memainkan Sarune Karo
Sarune Toba
3.Surdam/Sordam
Ini adalah alat musik untuk memanggil roh. Terbuat dari bambu, dan
membunyikannya cukup sulit.
4.Belubat/Baluat
Alat musik ini adalah khas Karo. Biasanya untuk memainkan lagu-lagu
sedih.
Alat Musik Petik
Alat musik petik di Sumatera Utara berupa kecapi atau rakyat SU
menamainya Kulcapi atau Hasapi.
Alat musik ini berupa kecapi dimainkan seperti gitar dengan 2 senar.
Biasanya terbuat dari kayu. Dan banyak ukiran.
Alat Musik Gesek
Di Sumatera Utara juga terdapat alat musik gesek berupa rebab. Orang
Toba menyebutnya Arbab, sedangkan orang Karo menyebutnya Murbab. Alat musik ini
memiliki 2 senar.
Alat Musik Pukul(Perkusi)
1. Tagading
Taganing adalah salah satu alat musik Batak Toba, yang terdiri
lima buah gendang yang
berfungsi sebagai pembawa melodi dan
juga sebagai ritem variable dalam beberapa lagu.
Klasifikasi instrumen ini termasuk ke dalam kelompok membranophone,
dimainkan dengan cara dipukul membrannya dengan menggunakan palupalu (stik).
Taganing adalah drum set melodis (drum-chime), yaitu terdiri dari
lima buahgendang yang gantungkan dalam sebuah rak. Bentuknya sama dengan
gordang, hanyaukurannya bermacam-macam. Yang paling besar adalah gendang paling
kanan, dan semakin ke kiri ukurannya semakin kecil. Nadanya juga demikian,
semakin ke kiri semakin tinggi nadanya. Taganing ini dimainkan oleh satu atau 2
orang dengan menggunakan dua buah stik. Dibanding dengan gordang yang
relatif konstan, maka taganing adalah melodis.
Masuk dalam jenis alat musik membranphone yang berebentuk tabung,
yang merupakan alat pukul atau tabuh. Seperangkat (set) Taganing terdiri 5
buah. Didalam sebuah permainan, posisi Taganing sangat penting. Selain tabuhan
Taganing yang berpadu dengan melodi Serune, juga berfungsi sebagai dirigen yang
memberikan aba-aba, dan memberikan pengaruh semangat pada semua musisi yang
terlibat.
2.Garantung
Garantung (dibaca garattung) adalah salah satu alat
musik Batak Toba, Sumatera Utara yang
merupakan pembawa melodi yang terbuat dari kayu dan memiliki lima bilah nada.
Klasifikasi instrument ini termasuk ke dalam kelompok xylophone.
Selain berperan sebagai pembawa melodi, juga berperan sebagai
pembawa ritem variable pada lagu-lagu tertentu, dimainkan dengan cara mamalu
(memukul 5 bilah nada).
Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas sebuah
kotak yang sekaligus sebagai resonatornya. Alat musik ini dimainkan dengan
menggunakan dua buah stik untuk tangan kiri dan tangankanan. Sementara tangan
kiri berfungsi juga sebagai pembawa melodi dan pembawa ritme, yaitu tangan kiri
memukul bagian tangkai garantung dan wilahan sekaligus dalam memainkan sebuah
lagu.
3. Keteng-Keteng
Keteng-keteng adalah alat musik yang terbuat dari bambu. Memiliki 2
senar, setiap senarmemiliki bagian-bagian yang memiliki suara berbeda. Cara
memainkannya adalah dengan memukul senarnya sesuai irama keteng-keteng dengan 2
buah stik.
4. Gong
Gong adalah alat musik dari logam yang berfungsi menjaga
ritme.
5. Gendang Singanaki-Singindungi.
Yaitu gendang berbentuk silinder yang tinggi dan mempunyai permukaan
yang sempit. Pemukulnya juga kecil.
Gendang singindungi adalah gendang 1 silinder. Sedangkan Singanaki
adalah gendang 2 silinder, 1 silinder besar seperti singindungi, dan kecil
sebagai anak.
Musik Seni merupakan
pengelompokan musik ke arah Musik klasik dan musik-musik sejenis yang dinilai
secara tingkat nilai sejarahnya selain dari nilai seninya. Musik jenis ini
lebih digunakan untuk merujuk jenis-jenis musik yang sangat patuh kepada
teori-teori musik dan biasanya sukar untuk dipahami orang awam (kecuali yang
sudah mulai digabung dengan gaya Musik Populer)
Musik Klasik
Musik klasik biasanya merujuk pada musik klasik Eropa, tapi kadang juga pada
musik klasik Persia, India, dan lain-lain. Musik klasik Eropa sendiri terdiri
dari beberapa periode, misalnya barok, klasik, dan romantik.
Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang
dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik
orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.[1]
Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer
terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad
ke-16.[2] Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk
kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual,
dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktek-praktek
seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik
non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang)
maupun musik populer.
Dahulu musik klasik di Eropa
terutama digunakan untuk keperluan lagu di Gereja ataupun lagu untuk
pengiringan Raja. Sejalan dengan perkembangan, mulai juga bermunculan musik
klasik yang digunakan untuk keperluan lain, seperti misalnya musik klasik yang
menggambarkan visual secara audio, contohnya lagu Cat and Mouse yang
menggambarkan kucing mengejar tikus.
Ini adalah contoh dari musik
klasik
B. Musik Populer
Musik Populer merupakan jenis-jenis musik yang saat ini digemari oleh
masyarakat awam. Musik jenis ini merupakan musik yang sesuai dengan keadaan
jaman saat ini, sehingga sesuai di telinga kebanyakan orang. Beberapa genre
musik yang termasuk Musik Populer adalah Pop, Funk, Jazz, Blues, Rock, Gospel,
Underground, dan lain-lain. Genre musik ini dapat ditemui di hampir seluruh
belahan dunia oleh karena sifat musiknya yang hampir bisa diterima semua orang.
Jazz
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik
Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing,
bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.
Gospel
Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema
Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary
gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip dengan Rock n
Roll (oleh karena Rock n Roll sendiri sebenarnya merupakan fusion atau gabungan
dari Rock, Jazz, dan Gospel), dahulu awalnya diperkenalkan oleh orang-orang
Kristen kulit hitam di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar
menggunakan aliran musik gospel adalah Israel Houghton. Namun saat ini
pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara
keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop dan rock banyak
dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing, Giving My Best, Nikita, True
Worshippers dan banyak lagi.
Berikut contoh dari Gospel yang diambil dari film Sister Act 2
Blues
Blues adalah nama yang diberikan untuk kedua bentuk musik dan genre musik yang
diciptakan terutama dalam Afrika-Amerika masyarakat di Deep South Amerika
Serikat pada akhir abad ke-19 dari spirituil , lagu kerja , hollers lapangan ,
teriakan, dan narasi sederhana berirama balada . The blues di mana-mana… dalam
bentuk jazz , R&B , dan rock n roll dicirikan oleh progresif kord tertentu
dengan bar blues dua belas progresi akord yang paling umum dengan catatan biru
, mencatat bahwa untuk tujuan ekspresif yang dinyanyikan atau dimainkan secara
bertahap rata atau menekuk (minor 3 untuk 3 besar) sehubungan dengan lapangan
dari skala besar.
Genre blues didasarkan pada bentuk blues tetapi memiliki karakteristik lain
seperti lirik tertentu, garis bass dan instrumen. Blues dapat dibagi menjadi
beberapa subgenre mulai dari negara untuk blues perkotaan yang lebih atau
kurang populer selama periode yang berbeda dari abad ke-20. Paling dikenal
adalah Delta , Piedmont , dan gaya blues Chicago. Perang Dunia II menandai
transisi dari akustik ke electric blues dan pembukaan progresif musik blues ke
khalayak yang lebih luas. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, terbentuk suatu
hibrida yang disebut revolusi blues rock.
Istilah “blues” mengacu pada “Blues Devil”, yang berarti melankolis dan
kesedihan, penggunaan awal istilah dalam pengertian ini ditemukan pada George
Colman s ’satu babak sandiwara Blue Devils (1798). Meskipun penggunaan frase
dalam musik Amerika Afrika mungkin lebih tua, telah dibuktikan sejak tahun
1912, ketika Hart Wand s ‘” Dallas Blues “menjadi hak cipta pertama komposisi
blues. Lyrics frase sering digunakan untuk menggambarkan suasana hati tertekan
.
Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari
komunitas mantan budak-budak Afrika di AS. Penggunaan blue note dan penerapan
pola call-and-response (di mana dua kalimat diucapkan/dinyanyikan oleh dua
orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai “jawaban”
bagi kalimat pertama) dalam musik dan lirik lagu-lagu blues adalah bukti asal
usulnya yang berpangkal di Afrika Barat. Di era kini banyak Blues Lovers lahir.
Mereka menyimak, belajar, menulis, memainkan, dan bikin album.
Musik blues mempunyai pengaruh yang besar terhadap musik populer Amerika dan
Barat yang baru, seperti dapat terlihat dalam aliran ragtime, jazz, “blues
rock”, “electric blues”, bluegrass, rhythm and blues, rock and roll, hip-hop,
dan country, “reggae”, serta musik rock konvensional.
Dangdut
Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di
Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam
evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik
India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi).
Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya
pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan
juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah
matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat
terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam,
degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.[1]
Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam
dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang
dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah
awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan
masyarakat kelas pekerja saat itu.
Keroncong
Keroncong merupakan nama dari instrumen musik sejenis ukulele dan juga sebagai
nama dari jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik
keroncong, flute, dan seorang penyanyi wanita.Asal-usul
Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado
yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad
ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di
Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh
Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang
pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal
Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh
Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi
oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong
Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara,
seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad
ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara,
bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar
tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer
(musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan
sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik
keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat
di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.
Ini adalah Lagu Bengawan Solo yang di compose oleh Mbah Gesang
Country
Musik
tradisional country dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika
kulit putih, terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal
adalah Merle Haggard dan Buck Owens.
Zaman
Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan
Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther
(1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan
keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru
dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik
adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi
dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan. Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)
Musik
dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian
disempurnakan oleh Paus Gregorius.
Pelopor
Musik pada Zaman Pertengahan adalah :
1.
Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam
de la halle dari Jerman.
2.
Zaman Renaisance (1500 – 1600)
Zaman
Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran
Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik
dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian
keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat
musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di
kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan
musik disertai oloeh para penyanyinya.
Komponis-komponis
pada Zaman Renaisance diantaranya :
1.
Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2.
Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3.
Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean
Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.
Jean Baptiste Lully
3.
Zaman Barok dan Rokoko
Kemajuan
musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik
baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama
sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah
bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan
oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
Komponis-komponis
pada Zaman Barok dan Rokoko :
A.
Johan Sebastian Bach
Johan Sebastian Bach
Lahir
tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig
Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:
1. St.
Mathew Passion.
2. Misa
dalam b minor.
3. 13
buah konser piano dengan orkes
4. 6
buah Konserto Brandenburg
Gubahan-gubahannya
mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk
Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.
Pada
akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig
B.
George Fredrick Haendel
George Friedrich Haendel
Lahir
di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14
April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam
bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota
Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang
terkenal adalah ;
1.
Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2.
Water Musik (Musik Air).
3. Fire
Work Music (Musik Petasan).
Water
Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia
meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.
4.
Zaman Klasik 91750 – 1820)
Sejarah
musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan
Rokoko.
Ciri-ciri
Zaman musik Klasik:
a.
Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b.
Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin
lembut).
c.
Pemakaian Ornamentik dibatasi
d.
Penggunaan Accodr 3 nada.
Komponis-komponis
pada Zaman Klasik antara lain :
1.
Frans Joseph Haydn (1732 – 1809),
Haydn
Lahir
di Rohrau Austria, ia meninggal tanggal 31 Mei 1809 di Wina Austria. Karya
ciptaannya yaitu : Sonata Piano, 87 buah kuartet, 24 buah opera, 100 buah
simfoni, yang paling terkenal adalah The Surprisse Sympony. Dalam sejarah
musik, Joseph Haydn termashur sebagai Bapak Simfony yang mewujudkan bentuk
orkes dan kuartet seperti yang kita kenal sekarang. Di Wina ia diakui sebagai
Komponis Austria yang handal.
2.
Wolfgang Amandeus Mozart (1756 – 1791)
Mozart
Lahir
pada tanggal 27 januari 1756 di Salzburg Austria, meninggal tanggal 5 Desember
1791 di Wina Austria. Hasil karyanya adalah : Requiem Mars, 40 buah Simfony,
Opera Don Geovani, Kuintet Biola Alto, Konserto Piano. Pada usia 3 tahun ia
telah dapat menghasilkan melodi dan menerapkan accor pada hrpsikord. Pada usia
5 tahun ia telah mulai menciptakan lagu dan muncul didepan umum pada usia 6
tahun, kemudian bersama saudara perempuannya mengadakan Tour keliling Eropa.
Pada tahun 1781 ia pindah ke kota Wina dan mengarang ciptaan-ciptaannya yang
termaahur. Permainannya sangat menakjubkan, sehingga dijiluki Anak Ajaib.
Biarpun memperoleh banyak sukses, tapi ia sangat miskin dan dalam keadaan yang
sengsara, ia meninggal di Wina dalam usia 35 tahun dan dikuburkan di pekuburan
fakir miskin. Ia menulis banyak komposisi dalam bentuk yang berbeda-beda tetapi
berpegang kuat pada gaya klasik murni. Berikut salah satu karyanya.
5.
Zaman Romantik (1820 – 1900)
Musik
romantic sangat mementingkan perasaan yang subyaktif. Musik bukan saja
dipergunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, akan tetapi digunakan untuk
mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, dinamika dan tempo banyak dipakai.
Komponis-komponis pada Zaman romantic adalah :
a.
Ludwig Von Bethoven dari Jerman.
b.
Franz Peter Schubert dari Wina.
c.
Francois Fredrick Chopin dari Polandia
d.
Robert Alexander Schumann dari jerman.
e.
Johanes Brahms dari Hamburg Jerman.
Riwayat
Haidup Komponis Zaman Romantik :
A.
Ludwig Von Beethoven (1770 – 1827)
Lahir
Desember 1770 di Bonn Jerman, ia meninggal tanggal 26 Maret 1827 di Wina
Austria. Ia menamakan dirinya sebagai Pujangga Nada. Sejak usia 4 tahun dia
belajar musik dibawah asuhan ayanhnya. Pada usia 17 tahun ia pergi ke Wina
menemui komponis Mozart, kemudian Mozart memberi bimbingan musik kepadanya,
sehingga ia dapat menjadi pemain musik yang baik danm komonis yang berbakat.
Pada usia 30 tahun pendengarannya mulai berkurang, dan usia 50 tahun
pendengarannya tuli sama sekali. Pada waktu ciptaannya Ninth Symphonies lahir,
ia tidak mampu lagi mendengarkan hasil karyanya itu. Pada tanggal 26 Maret
1827, dia meninggal di Wina. Ia hidup dengan sangat menderita, tetapi mampu
menciptakan Sonata dunia yang paling indah. Hasil ciptaannya antara lain :
- 5
buah sonata cello dan piano.
- 9
buah symfoni
- 32
sonata piano.Salah satu karyanya adalah Fur Elise yang sering dipakai untuk lagu di kotak musik, yaitu :
B.
Franz Peter Scubert (1797 – 1828)
Lahir
di Wina 31 Januari 1797, dia meninggal tanggal 19 Desember 1828, ciptaannya
antara lain : Ave Maria, The Erl King, Antinghed Symphony, Gretchen At The
Spining Sheel, The Wild Rose. Schubert mempunyai suara yang merdu dan menjadi
penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan
musiknya dibidang komposisi. Pada waktu meninggal, Ia tidak dikenal orang
banyak dan berpasan agar dikuburkan dekat makan Beethoven. Dia meninggalkan 100
buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo.
C.
Wilhelm Richard Wagner (1813 – 1883)
Lahir
tanggal 22 Mei 1813 di Leipzig Jerman, meninggal 13 Februari 1883 di Venesia.
Hasil ciptaannya antaralain : Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg,
Lohengrin, Der Fliegende Holander.
D.
Johannes Brahms (1883 – 1897)
Lahir 7
Mei 1883 di Hamburg Jerman, ia meninggal 3 April 1897 di Wina Austria. Hasil
ciptaannya : Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek.. paa
usia 14 tahun ia telah menjadi pianis yang baik. Dia adalah seorang komponis
terakhir dari aliran Romantik, karyanya sangat indah.
6.
Zaman Modern (1900 – sekarang)
Musik
pada Zaman ini tidak mengakui adanay hokum-hukum dan peraturan-peraturan,
karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan
dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin
mengungkapkan sesuatu dengan bebas.
Komponis-komponis
pada Zaman Modern :
1.
Claude Achille Debussy dari Prancis
2.
Bella Bartok dari Honggaria.
3.
Maurice Ravel dari Prancis.
4. Igor
Fedorovinsky dari Rusia
5.
Edward Benyamin Britten dari Inggris.
r-� i g �� �� line-height: 20px; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: rgb(37, 48, 55);">- 5 buah sonata cello dan piano.
- 9 buah symfoni
- 32 sonata piano.
Salah satu karyanya adalah Fur Elise yang sering dipakai untuk lagu di kotak musik, yaitu :
B. Franz Peter Scubert (1797 1828)
Lahir di Wina 31 Januari 1797, dia meninggal tanggal 19 Desember 1828, ciptaannya antara lain : Ave Maria, The Erl King, Antinghed Symphony, Gretchen At The Spining Sheel, The Wild Rose. Schubert mempunyai suara yang merdu dan menjadi penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan musiknya dibidang komposisi. Pada waktu meninggal, Ia tidak dikenal orang banyak dan berpasan agar dikuburkan dekat makan Beethoven. Dia meninggalkan 100 buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo.
C. Wilhelm Richard Wagner (1813 1883)
Lahir tanggal 22 Mei 1813 di Leipzig Jerman, meninggal 13 Februari 1883 di Venesia. Hasil ciptaannya antaralain : Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg, Lohengrin, Der Fliegende Holander.
D. Johannes Brahms (1883 1897)
Lahir 7 Mei 1883 di Hamburg Jerman, ia meninggal 3 April 1897 di Wina Austria. Hasil ciptaannya : Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek.. paa usia 14 tahun ia telah menjadi pianis yang baik. Dia adalah seorang komponis terakhir dari aliran Romantik, karyanya sangat indah.
6. Zaman Modern (1900 sekarang)
Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanay hokum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.